Friday, September 13, 2013

MenggaLAuTIMOJONG



                Medio 2002 saat saya masih menjadi anggota aktif MEPA-UNS terdengar kabar dari anggota GOVA mapala FH UN,  mereka akan mengadakan ekspedisi ke Latimojong Sulawei Selatan. Terbersit keinginan juga untuk menginjakkan kaki ke Sulawesi dan tentunya ke Latimojong. Dan alhamdulillah tahun 2012 tercapai sudah keinginan itu .....

                Hari yang ditunggu telah datang, Sabtu 10 November 2012 tengah malam waktu indonesia tengah, pesawat Batavia Air mendarat terlalu keras di landasan bandara Sultan Hassanuddin Makassar, hampir tubuh ini terguncang...#damn. Sejurus kemudian kaki ini pun melangkah, diluar bandara kawan kawan baru dari Makassar telah menunggu. Mereka kami kenal di sosial media :). Dalam dinginnya malam kami terobos jalanan kota, taksampai 10 menit sampailah ke base camp kami di PPLP sepak takraw yang sudah tidak berfungsi lagi dan jadi markas SIAGA makassar..Asap rokok dan kopi item serta sendau gurau dari kawan kawan kami menemani malam itu hingga mata ini pun terlelap..zzzzttt

                Keesokan harinya, Minggu  11 november 2012  kami bergegas menuju kota Enrekang dengan mencarter “Panther”.. kenapa dikasih tanda kutip? Karena mobil yang kami tumpangi adalah Kijang, karena orang makassar pada latah menamainnya Panther, jadi mo naek APV, kijang tetep namanya Panther hehehe. Mobil ini terkenal dengan nama pete pete, ternyata singkatannya adalah Public Transportation * keInggris Inggrisan juga nih hehe*. Perjalanan dari Makassar ke Enrekang melewati beberapa kabupaten, ada Marros, Pangkep, Barru, Parepare dan berakhir di Enrekang. Kurang lebih perjalanan memakan waktu 6 jam. Sampai di Enrekang pukul 19.00WITA dan kami menumpang di salah satu anggota SIAGA si khadar slanker mania. Rumahnya masih rumah kayu panggung dan tertata dengan rapihnya :)

                Senin 12 november, saat yang laen sedang sekolah, sedang kerja, kamipun siap berpetualang haha. Dari Enrekang , tujuan berikutnya adalah Pasar Baraka, pasar ini unik karena hari pasarnya adalah Senin dan Kamis. Di pasar Baraka ini akan menjadi titik awal kami selanjutnya untuk melanjutkan perjalanan ke dusun Karangan. Dan transportasi berupa pick up terbuka lengkap dengan bawaan pasar dan sembako serta barang dagangan penduduk karangan dan taklupa tas tas besar kami yang turut kami bawa. Jalanan beraspal dan bergelombang hingga akhirnya masuk ke kawasan pegunungan latimojong yang berkelok kelok naek ciri khas pegunungan dan juga kondisi jalan yang rusak.  Perjalanan panjang dan melelahkan kami lalui akhirnya kami sampai di basecamp latimojong dusun Karangan. Hari sudah sore, kami putuskan pendakian dimulai keesokan harinya.
                Selasa 13 november. Perjalanan dimulai...It’s show time.....6 laki laki dan 1 perempuan, lengkap dengan tas keril dan sepatu tracking. Perjalanan dimulai dari perkampungan karangan, melewati rumah rumah, sekolah, perkebunan hingga akhirnya mulai masuk hutan. Awal perjalanan masih landai dan mulai pelan pelan nanjak. Pos 1 ( buntu kaciling ) terlewati langsung lanjut menuju pos 2 ( goa sarung pakpak 1.912mdpl ). Di pos 2 ini bisa dijadikan tempat camp karena ada tempat yang cukup luas untuk beberapa tenda dan tentunya air yang melimpah. Seandainya kami memulai start kemarin, kami akan membuka tenda di pos 2, tapi karena perjalanan kami di keesokan harinya maka kami hanya melepas lelah di pos 2 ini. Lanjut ke pos 3  (lantang nase 2.065mdp ) , langsung dihajar tanjakan curam dan panjang, pasang gigi 1 pun masih ngos ngosan *malus* serta menggoncangkan mental juga. Tanjakan tajam ini tembus ke pos 3. Sepanjang perjalanan dari bawah hingga ke pos 3 , jika kita beruntung akan mendapati biji Kaplataru. Piala kalpataru dari pemerintah untuk pelestari lingkungan hidup mengadopsi dari biji biji ini. 

                Langkah demi langkah diselangi nafas yang tersengal sengal , pos demi pos, akhirnya sampailah di pos 5 ( soloh tama 2.559mdpl ) setelah sebelumnya melewati pos 4 ( soloh tama 2.599 mdpl ).Hari menjelang malam, pos paperangian atau pos 6 2.865 mdpl juga telah dilalui tapi Kami tetap putuskan untuk menuju ke pos 7 / kolongbuntu yang berketinggian 3.212 mdpl. Dimana ini merupakan pos terakhir dan disini banyak tempat yang luas untuk mendirikan pos dan tentu saja air yang melimpah. Sekitar jam 7 malam, kami tiba di pos 7 langsung mendirikan tenda, masak masak, akan dan yang pastinya tidurrrrrr...
                Rabu 14 November, Pemandangan di pos 7 ini sangat bagus, karena di pos 7 ini medan sudah terbuka dan selayang pandang daratan sulawesi terlihat. Di pos 7, kami tinggalkan tenda dan tas tas kami, dan hanya membawa jaket tebal, kamera, logistik dan tentunya syal biru MEPA-UNS. Saat mengambil air di sungai kecil dibawah, ternyata terdapat 3 tenda yang berdiri, rupanya ada rombongan laen yang telah sampai, mereka dalam tahap pendidikan. Beranjak dari pos 7 akan melewati satu daratn bekas danau dan kubangan air yang sudah kering, berjalan trus sampai vegetasi atau pohon pohon sudah mulai berkurang, cuaca saat itu sedang bagus bagusnya, langit cerah biru dan gumpalan awan putih bak kapas bertebaran di langit. Taklupa jepretan dari kamera DSLR jadul dan si galaxy tab menemani perjalanan menuju summit rantemario, atap sulawesi.

                Sekitar pukul 08.30 pagi WIT kamipun berhasil mencapai puncak rantemario latimojong atap sulawesi.  Sujud syukur kuucapkan kepada Allah SWT. Akhirnya penantian panjang selama 10 tahun berhasil juga dilaksanakan. Semua tim dalam keadaan sehat dan sukses mencapai puncak , si amran pentolan genk kami baru mengatkan bahwa baru kali ini dia mencapai puncak rantemario dalam keadaan cerah, biasanya dia menggapai puncak dalam keadaan berkabut dan mendung. Rasanya tidak ingin melewatkan pemandangan yang indah di puncak ini, dan pengin berlama lama. Gaya gaya narsis pun keluar semua dan syal bendera pun terbentng haha.

                Setelah cukup mengambil dokumentasi dipuncak dan menikmati atap sulawesi. Kami segera bergegas turun kembali ke pos 7 untuk istirahat, sholat dan makan dan langsung melanjutkan perjalanan turun menuju pos 6 dan dilanjut sampai ke basecamp. Karena perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan, kami baru bisa sampai basecamp saat hari beranjak gelap dan udah ulai malam. Alhamdulillah , misi ke 4 puncak di Indonesia dari 7 puncak tertinggi di pulau atau kepulauan di Indonesia telah selesai dan impian selama 10tahun terbayar sudah. Terimakasih kepada Allah SWT, Bapak Ibu dan adikku, kawan kawan SIAGA makassar ( amran, attung, novie,khadar, panjul) , uwi alassad dari P24, syal biru MEPA-UNS tentunya.











                Kembali terngiang ingatan ke masa lampau tahun1998 saat saya baca tabloid kampus NOVUM dari FH UNS didalam artikelnya ada pendakian ke gunung leuser oleh GOVA mapala FH UNS. Hmmm, akankah juga terwujud untuk mendaki leuser di aceh sana. J

2 comments:

  1. Congratulation untuk summit yang ke-4nya. Waduh saya mah belum sampai untuk ke situ :) baru menyelesaikan 2 gunung saja dari 7 yang dimimpikan.

    Sila berkunjung ke blog saya juga di sini: http://sierrasavanna.blogspot.com/

    ReplyDelete
  2. terimakasih kak atas kunjungan ke blog saya

    ReplyDelete