Friday, September 25, 2015

coret coret kecil tentang film EVEREST

Film Everest yang baru saja beredar di bioskopdi nusantara ini di ilhami dari buku Into Thin Air karangan John Krakauer yang mengisahkan tragedi Everest atau Everest Disaster tahun 1996. Walau buku into thin air sendiri dibantah oleh buku The Climb karangan Anatoly Boukreev, pendaki asal Russia yang juga mengalami peristiwa Everest 1996. Lepas dari kedua buku yang bisa dibilang saling bersanggahan, film Everest ini dikemas dengan alur menarik dan cerita yang tidak membosankan dari awal sampai akhir. Saya pemulis pun menikmati detail detail cerita walaupun saya belum pernah membaca buku Into Thin Air dan juga The Climb. Nampaknya sutradara menginginkan film ini netral tidak dari satu sumber saja.

Awal mula dikisahkan dalam subtitle berbahasa indonesia, bahwa Everest hanya bisa didaki oleh pendaki profesional hingga satu ketika satu biro perjalanan pendakian bisa mengkomersilkan pendakian Everest dan berhasil selamat sampai turun kembali kenegaranya. Namun tahun 1996, tahun dimana tragedi Everet terjadi, badai besar yang melanda dan jadi tragedi terburuk Everest di dekade tersebut. 

Dikisahkan dalam film dan akan jadi inti film ini ada 2 tim yang akan jadi cerita film ini yaitu tin dari Robb Hall ( Adventure Consultant ) dan Scot Fischer ( Mountain Madness ) serta tim dari Afrika Selatan dan juga Taiwan. Dikarenakan banyaknya tim pendaki , maka dibuatkan satu kesepakatan untuk pendakian dan apesnya tidak terjadi satu mufakat pun dan kesemuanya akan berada di puncak tanggal 10 mei. Digambarkan dalam film ego antara Doug hansenn ( klien Adventure Consultant ) serta Scott Fischer yang ingin di puncak 10 mei .Rob Hall yang jadi tokoh penengah pun takkuasa menahan ego kliennya dan terpaksa mengikutinya. Jadilah satu pertarungan ego antara kedua belah pihak.

Banyak adegan adegan yang bisa jadi pelajaran. antara lain saat Rob Hall memungut sampah di basecamp dimana ini mengajarkan para pendaki untuk teteap menjaga kebersihan gunung. serta yang cukup menguras emosi saat anatoli boukreev mengajak John Kraukaer untuk merescue para pendaki yang terkena badai. tapi dengan enteng dijawab John Krauker sambil membenarkan sleeping bagnya  dan beralasan bahwa dia terkena gangguan penglihatan. Akhirnya Anatoli berangkat sendiri dan dengan heroik mampu menyelamatkan 3 pendaki yang terkena musibah.


Diceritakan pula motivasi para pendaki yang ingin menggapai Everest dan serempak bilang "Because It/s There " .ada juga yang dalam rangka melengkapi 7 puncak dunia. atau untuk memotivasi para siswa di sekolah dikampungnya, ada juga seorang Postman yang sangat terobsesi dan para pendaki lain yang membidik gunung berketinggian 8000an mdpl. 

Banyak sekali pelajaran yang dipetik dari film everest ini,antara lain Ego..ya sekali lagi ego. ego yang berlebihan yang ingin selalu berada di puncak apapun keadaannya. sisi lain juga manajemen pendakian yang baik dan lengkap pun ternyata belum menjamin kesuksesan pendakian seperti dalam film tersebut saat diceritakan ada sherpa yang terlupa menaruh tabung oksigen di puncak selatan atau pun sherpa yang terlupa memasang tali pada jalur pendakian. Jangan dibandingkan film ini dengan film film pendakina lokal seperti 5cm, Rinjani, dll yang akhirnya membuat para abegeh gemes berhotpants serta berhandpone touchscreen china dan juga bermotor matic punya bokapnya jadi termehek mehek asal mendaki dan tidak mengindahkan peraturan keselamatan, kebersihan serta kelestarian gunung tersebut.

It's the attitude not altitude - Scott Fischer

Kamu membayarku, untuk membawamu turun dengan selamat ke bawah – Rob Hall 



Tuesday, September 8, 2015

Melepas Virgin Marathon di Bali Marathon 2015

Taktercapai targetku di 21km pertama  

Sejenak saya lihat Xiaomi Redmi 1s di lenganku, kubuka kuncinya dengan dua kali sentuh, endomondo trackingku menunjukan durasi 02.45 berarti saya telah berlari selama 2 jam 45 menit dan jarak yang kutempuh dari papan petunjuk kilometer pada angka 21. Yup. 2jam45menit untuk 21km, artinya saya tidak bisa memenuhi target 2jam 30menit untuk 21km pertama. Sembari mengambil air mineral di water station kuteguk 2 kali dan kuguyurkan ke kepalaku ini, dingin berasa segar. Kulihat para pelari satu demi satu mendahuluiku. Sembari berjalan dan mengatur nafas, sejenak kuberpikir dan sedikit flashback kebelakang. Saat bendera start dikibarkan, saya menyatu bersama ribuan pelari yang mengambil kategori Full Marathon ini. Start tepat pukul 05pagi saat matahari belum muncul dan hembusan angin yang cukup dingin, KM demi KM dilalui. Dan tiap 2.5km water station siap menanti para pelari tuk penyegaran kembali.

Saat memasuki km5, saya juga sempet ngecek endomondo dan durasi menunjukkan 35menit. Setelah sampai KM 10, matahari mulai malu malu menunjukkan sinarnya. Dari 4 water station awal , saya hanya mengambil air mineral saja dan kuminum pelan pelan sambil kutenteng gelas plastiknya. Saya belum berani ambil pocari sweat karena pengalaman dulu saat lari 5km Samsung series di Jakarta langsung kram perut saat minum ini. Suasana bali mulai terang dan para penduduk local mulai keluar rumah tuk beraktivitas, jalanan telah disterilkan dari kendaraan bermotor . Mulai water station km 12.5 saya berani ambil isotonic, langkah demi langkah masih tetap kujaga , satu persatu pelari mendahuluiku, dan hanya beberapa pelari yang bias saya susul. Saya coba tetap tenang dan pertahankan langkah kaki dan menikmati suasana pagi gianyar. Puluhan anak anak kecil dari berbagai sekolah menyambut kami, menyanyikan lagu dan melakukan toast tangan member semangat. Hati ku senang sekali dan ini seperti sambutan ramah warga bali kepada tamu tamunya. Saat km 17, rombongan solo runner mulai menyusulku, mar santo, mas wawan, mas maryanto, mbak rifa. Sedangkan si fajar sudah di depan dan andhika masih di belakang. Saya pun sempet bareng mereka walo akhirnya saya kepayahan dan tertinggal. Di Km 20 saat turunan tajam, saya bertemu mas lutfi pentolan cibubur runner. Lama takbersua ternyata dia lupa lupa ingat.haha.

Setelah lepas 21Km pertama, saya mulai melonggarkan lariku ini, lebih banyak berjalan. Karena sesuai rencana awal seblum ikut race ini, saya akan paksa 21km pertama dan akan rileks di 21km beikutnya. Sembari mengatur nafas, saya coba tuk berlari. Mendung yang mengelayuti langit bali membuat lari tidak terlalu ngos ngosan. Kurasakan kedua kakiku sudah kena blister, ah biarin. Saya cuekin blister ini. Saat memasuki km25, saya bertemu kembali dengan mas santo, mbak rifa dan mas wawan. Rupanya mas wawan cedera , mulai km ini saya dan mas wawan berduet bareng, berlari ..berjalan..berlari lagi… Mulai km 30 , cuaca berubah, langit gianyar mulai panas. Dan jalanan pun mulai tidak steril. Tapi saya tetap salut pada panitia, karena water station yang melimpah airnya serta pisang dan juga tim medis yang cukup sigap. Saya mulai kedodoran, mas wawan pun pelan pelan mulai meninggalkanku.

Mulai kepayahan

Memasuki km 35, kembali saya memakan Gu gel yang saya bawa setelah sebelumnya di km15 dan km 30 saya mulai charge energy dengan Gu gel. Lagi lagi beberapa pelari mulai menyalibku. Saya coba tetap tenang dan mencoba meningkatkan intensitas berlari daripda berjalan. Mulai km 38, setelah water station dan refreshment pisang, saya semakin intens berlari. Takpeduli blister yang mulai perih dan lutut yang sudah mulai teriak kesakitan. Kacamata KW kupakai tuk sedikit mengurangi paparan sinar di mataku , dan bandana kukenakan. Kupasang lagi manset tuk sedikit mengurangi paparan sinar matahari. Menit demi menit takterasa sudah memasuki Km40. Jalanan gianyar mulai ramai dan makin berkurang sambuta warga local, mungkin karena panasnya cuaca dan juga aktivitas lainnya. Memasuki km41 kulihat mbak rifa berjalan, dan dengan gesturnya dia mempersilahkan saya duluan. Saya tetap berlari karena pengin cepet cepet finish dan istirahat, cuaca panaas gianyar salah satu juga alasannya. Memasuki 200meter menjelang finish, saya bertemu mas wawan, tampak dia pelan lari karena cederanya hingga saya menyusul dan menyentuh garis finish beberapa meter didepan mas wawan.

Alhamdulillah Ya ALLAH..akhirnya pecah juga Virgin marathon ini


Kurasakan mulai sepi garis finish ini, hanya satu applause di tribun yang kubalas dengan tepuk tangan juga, entah karena saya termasuk finish belakangan sehingga sepi di seputaran garis finish haha..Bayanganku saat menyentuh finish, aka nada gadis bali yang menjemput dan menuntunku ke tempat panitia sampai penyerahan medali finisher. Tapi ahh sudahlah, itu hanya khayalan semata haha.  Saya coba sedikit selebrasi sebelum finish dengan melompat lompat pas menyentuh finish line, dengan harapan akan dapat foto finish yang keren dan heroik tapi apa daya ternyata lompatanya kurang tinggi.haha. Salah satu panitia mengarahkan saya tuk segera meninggalkan lokasi finish biar steril dari pelari finisher maupun orang laen, setelah masuk ke ruang panitia, saya diberikan satu medali finisher, satu kaos finisher, satu handuk dan sebotol pocari sweat. Dengan sempoyongan saya berjalan mencari rekan rekan solorunner dan MEPA runner yang telah finish HM duluan. Setelah pendinginan dan meluruskan kaki, kami berkumpul kembali dan mengambil gambar sekedarnya trus kembali ke hotel di kawasan tuban.


Monday, September 7, 2015

Ceritanya mengikuti BII Maybank Bali Marathon 2015

FM alias Full Marathon, adalah salah satu impian para pelari untuk menaklukkannya. Saia yang pemula pelaripun terobsesi juga untu mencobanya. Jarak 42.195km adalah bukan sekedar angka yang haarus ditempuh tapi juga pengorbanan, keringat, emosi dan nyali tuk melewatinya * ceilehhh * . Rasanya akan sangat bangga jika saya bisa finish full marathon, dapat medali, kaos finisher atau bahkan kalungan bunga dari gadis gadis serta applause tepuk tangan para penonton di tribun ketika si Erry ini nyentuh garis finish ( Sorry bro,,imajinasi penulis membayangi pikiran penulis hahaha )

Well..setelah 10km beberapa race, 5 km. bahkan sempet jadi pelari alay di colour run ( itu tu, lari sambil ditepungin warna warni mukanya mpe belepotan ) serta Half marathon sudah kulalui.kurasa waktunya FM ane coba.. pucuk dicinta, ulampun tiba..dimedio Juni 2015..ada registrasi FM di BMBM 2015 tanggal pelaksanaaan 30agustus 2015. takperlu nunggu waktu, ataupun Acc dari si ehm *baca dompet gue haha* akhirnya ane mendaftarkan diri ikut Full Marathon ( lebih tepatnya didaftarkan kawan dengan meminjam kartu kredit BII ) biar lebih murah pendaftarannya *ceritanya begituh *.

Setelah oke pendaftaran, hotel dan akomodasi lainnya, tinggal persiapan untuk FM. Sempet nge-print satu metode latihan dari grup lari paling keceh se Indonesia, tapi program latihan hanya tinggal secarik kertas yang tergeletak di meja. Teori ingin berlatih intensif malah keganggu dengan bobok intensif di pagi hari, mo lari (sambil bribik ) di kampus tiap sore ternyata kalah juga dengan panasnya sinar matahari sore haha.Eit tapi bro, jelek jelek gini ane tetep latihan pagi walo tidak rutin dan minimal 5km, sedang sore tetep latihan juga walo 1 loops, 2 loops dan *paksa* 3 lops UNS. Serta minggu pagi mengelilingi gravel stadion sriwedari walo hanya dalam hitungan jari.

Jumat 28 Agustus 2015. Pagi buta saya nggowes ke kampus, menaruh sepeda disana trus nyambung ke purwosari untuk lanjut ke bali lewat Kereta ekonomi Sri Tanjung. Di stasiun Purwosari telah ditunggu mas Dimas dan mas wawan, dua pentolan solorunners. Kami berempat ( termasuk defy dari MEPA runner ) siap long journey to BMBM 2015. Kereta Sritanjung membelah jalanan Jawatimur hingga finish banyuwangi jam 10an malam. Setelah makan, sholat kami nggembel di ketapang, takberapa lama travel APV dari banyuwangi sukses merebut hati kami untuk menaikinya, dengan tarif 65000IDR ( baca 50.000 tuk travel 15.000 tuk calo ka*pret ) dari banyuwangi nyebrang ke Bali hingga finish di terminal Ubung. Sampai terminal ubung Sabtu 29 agustus 2015 pagi hari WITA..kembali kami nggembel di Alfa***t sebelum si bli tua pemilik angkot setengah memaksa tuk carter angkotnya dan kami pun setengah mengiba akhirnya menyanggupi dengan ongkos 20.000 per kepala tuk antar kami sampai di Tuban kuta tempat hotel kami berada.

Sampai di tuban, disambut cerah ceria dan guyuran air ( abaikan ) oleh dua juragan si Fajar dari MEPA runner dan si yusuf juragan Explore solo. kami numpang mandi dikamar hotelnya sambil menunggu cek in di hotel kami dibuka serta saya dan defy mengambil racepack yang telah kami titipkan ke beliau. Selang beberapa lama kemudian si Andhika datang dari jakarta ( bocah ini adalah finisher sundown marathon, coast to coast FM ). Untuk mengisi waktu senggang seharian, kami mogleng mogleng mencumbui jalanan bali. Si fajar dan yusuf pacaran ntah kemana haha ( sorry bro ), andhika satu motor sendiri, saya dan defy, mas wawan dan dimas. Tujuan kami adalah ke BMBM expo tempat kekinian dimana para pelari menunjukkan existensinya haha.

Setelah bosan ngalor ngidul, foto foto dan tentunya ( lirik lirik SPG SPGnya ), bahkan sampai saya tertidur di satu bangku hihi. Si andhika memutuskan cabut mo cari oleh oleh, sedang kami berempat masih betah sembari menunggu rombongan SOlo runner yang jadi bismania dari solo ke denpasar. Selang taklama, rombongan solo runner ( ryan, rifa, santo, romi ) datang dan nimbrung di BMBM Expo ini sampai rasa lapar memaksa kita pergi dari sini dan KFC nusa dua adalah tujuan kami berikutnya. Setelah menyantap nasi ayam, saya dan defy memutuskan kembali mogleng mogleng, sedang rifa, romy, santo, ryan, dimas, wawan kembali ke hotel. SAya dan defy kembali membelah jalanan bali dan meuju uluwatu, serta pantai suluban melihat para surfer kelas dunia berlatih . Sampai rasa bosan yang kembali mengantar kami membelah jalanan bali tuk menuju tuban hotel kami.

Menjelang surup aka senja, kami telah berkumpul di hotelnya fajar dan memutuskan tuk makan malam. serta balik ke hotel lagi karena ada kawan MEPA 2000 yang akan mengunjungi dan sekedar say hello , takterasa mata ini sudah takkuasa melek karena ngobrol ngalor ngidul hingga saya pamitan tuk kembali ke kamar hotel dan tidur tuk persiapan race besar besok BMBM 2015 Full Marathon

.... Bersambung ....








Tuesday, January 6, 2015

BOROBUDUR 10K

Dulu...Dulu banget dikala saya maasih kecil, usia dibawah 10 tahun, suatu ketika saat sedang nonton TV ( TVRI ) tentunya. Ada berita olahraga tentang satu lomba lari di kawasan Candi Borobudur yang rame sekali atlet yang ikut kala itu. Lomba lari itu dikenal dengan nama Bob Hasan 10K. Bob Hasan adalah pentolan PASI saat itu bahkan sampai sekarang. Erry kecil bermimpi untuk ikutan lari, bukan kenapa kenapa ,saat itu saya pengin ke candi Borobudur ,walau dikemudian hari ada piknik sekolahan kesana, tapi saya pengin ikut lari 10k di Borobudur.

Demam lari yang melanda anak anak muda bahkan orang dewasa sekarang ini sudah menjadi gaya hidup tersendiri. berbagai lomba dari berbagai instansti / perusahaan banyak tersebar terutama di ibukota dengan bermacam kemasan dan tentu saja beaya pendaftaran. Saya yang pelari pemula ini, juga akhirnya teracuni. saat sudah pindah domisili di Solo, saya pun masih kadang kadang sekedar jogging penjaga stamina.

Pucuk dicinta ulam pun tiba. Event tahunan Borobudur 10k dirilis juga. Event tahunan yang dulu bernama Bob Hasan 10k digelar di penghujung tahun 2014 kemarin tepatnya bulan November. Saya pun mendaftarkan diri, pada saat satu kesempatan jogging dengan kawan kawan MEPA, saya pun mendaftar dari kampus setelah jogging. Adik adik MEPA juga ikut serta daftar juga , yaitu : Fajar, sadham, Sony serta chandra dari FISIP.


Hari H yang ditunggu tunggu telah tiba, setelah beberapa hari sebelumnya sekedar 1,2,3,4 kali latihan. kami berempat ( fajar,sony,chandra dan saya ) berangkat dengan innova si fajar menuju ARTOS Magelang tempat dimana Racepack diberikan. oiya . untuk registrasi borobudur 10K ini sebesar 50ribu untuk KTP Jawa Tengah dan DIY. dan konyolnya, saya punya NIK DKI Jakarta sehingga saya kena beaya 250.000. Tanpa kehilangan akal, saya meminjam KTP dari Faiz untuk mendaftarkan diri. Dan lumayan berhemat 200.000 hehe. PEngambilan racepack berjalan lancar, setelah itu kami menuju lokasi candi borobudur. rencana kami semula untuk tidur di mobil kawasan candi, akan tetapi kami susah untuk mendapatkan tempat yang enak. Terpaksa kamipun menyewa satu kamar hotel untuk berempat seharga 150.000 di Jl Soekarno Hatta Kota Mungkid Magelang.


Tanggal 16 November 2014, Race dilaksanakan, Rencana race ada di jam 06.30 WIB. Bergegas setelah subuh, kami menuju lokasi. Lokasi lomba sudah penuh sesak dengan para pelari. Saya mulai membaur dengan mereka setelah sekedar pemanasan. Tepat pukul 06.30 Start dilakukan oleh bapak MENPORA. Ribuan pelari mulai meninggalkan garis start . Takada target pribadi saya dalam lomba ini, selain keinginan dari kecil juga hanya sekedar memperbaiki waktu tenpuh 10km saya di bawah 1 jam 10 menit. Saat lomba Mandiri 10k saya menempuh 10km dalam hitungan 1jam 18 menit, saat ikut Samsung Series 5Km saya selesaikan dalam waktu 28Menit. Lintasan lomba sangat bervariasi, mulai dari keliling komplek candi, keluar jalan besar, masuk perkampungan dan persawahan pedesaan. Lingkungan borobudur yang asri menambah rasa tersendiri dalam lomba ini. Panitia dari Inspiro juga cukup baek, ada 4 water station di setia 2,5km dan banyaknya polisi,serta polisi pamong praja yang bertugas sebagai marshal menjadikan lomba ini steril dari partisipan non lomba maupun masyarakat sekitar.

Akhirnya saya bisa menyelesaikan lomba 10K ini dengan catatan 1 jam 9menit. Alhamdulillah bisa memperbaiki catatan pribadi wakt tempuh 10Km ini.
#Start Strong, Finish Cool#

Wednesday, September 10, 2014

AKHIRNYA KE KAWAH IJEN JUGA...

Kenapa kesini? Simpel, tujuan saya kesini adalah satu keinginan yang tertunda , tepatnya tahun 2001 saat saya dan beberapa kawan MEPA selesai naek gunung raung. Dengan keser keser turun dari raung pelan pelan, setelah sampai dibawah sang komandan saat itu bung damai bilang,” yach telat, takada kesempatan ke kawah ijen” damnn. Saya pun teriak, kenapa elu gakbilang dari awal, tau getu kami cepat cepat turun...

Akhirnya agustus kemarin saya bisa ke kawah ijen, tujuan kesini selain pelepas rasa ingin tahu juga sebagai tujuan pertama ngeluyur sebelum nyebrang ke bali dan lombok. Dengan naek kereta rakyat sri tanjung dari purwosari hingga ujung timur pulau jawa (kabupaten banyuwangi ). Kereta penuh penumpang karena masih suasana liburan lebaran. Lebih dari 12 jam perjalanan, saya putuskan turun di stasiun karang asem, satu stasiun sebelum stasiun ketapang. Tujuan saya pertama adalah Jl Ahmad Yani, di jalan ini pusat pemerintahan banyuwangi berada. Tapi sayang, saat kucari penginapan dormitory backpaker di jalan Ahmad Yani 100 ternyata tutup dan tak berpenghuni. Akhirnya saya dapat penginapan sekedar pelepas lelah dan selonjoran kaki dan terlelap.

Berhubung saya sendirian, maka mau takmau sayapun mencarter tukang ojeg. Pas juga saya datang di hari jumat hari dimana para penambang sedang berlibur jadi tidak ada truk pengangkut belerang yang biasanya beroperasi di Licin. Jalanan berliku dan cukup halus dari banyuwangi kota ke paltuding. Pembangunan banyuwangi yang cukup pesat ternkyata meluas juga sampai paltuding,pintu masuk kawah ijen.Hawa dingin khas pegunungan mulai menyapaku, pagi itu sudah ramai para wisatawan yang tentu saja didominasi oleh turis asing. Panduan buku lonely planet saya rasa bener bener meracuni mereka sehingga banyak bekpeker bule yang datang baik perorangan maupun bergerombol. Selagi pagi taksia siakan waktuku untuk segera naik. Jalanan menuju kawah ijen sudah bagus, besar dan rapi. Sebenarnya motor pun bisa untuk naik, tapi mungkin kebijakan dari pihak pengelola yang melarangnya. Kurang lebih 3 jam saya berjalan kaki sampai benar benar di depan kawah ijennya, cuaca saat berawan dan akhirnya sinar matahari menyibak kabut pas saya turun ke kawah. Walau hari jumat dan libur, ada satu dua penambang yang masih mengambil belerang untuk disetor ke pabrik pengolahan. Selama 2 jam trekking, sampailah saya di puncak ijen, kabut tebal menyapaku saat itu. Beberapa turis nekad turun ke bawah, saya pun masih terpaku diatas sembari menunggu kabut hilang dan berbincang dengan penambang lokal. Setelah kabut hilang, sayapun pelan pelan turun sambil sesekali menghela napas panjang dan memotret pemandangan yang ada. Dan juga memotret dengan sembunyi sembunyi seorang penambang yang naek membawa belerang dipikulnya, takut jika yang bersangkutan terganggu akan jepretan kamera. Akhirnya sampai benar benar di pinggir danau kawah ijen , disisi kirinya terdapat tumpukan belerang yang akan ditambang.


Disamping danau, ada satu tenda sederhana yang dihuni seorang penambang sambil menghabiskan waktu, bapak penambang tersebut membuat semacam souvenir dari belerang untuk dijual ke para pelancong. Saya pun sempat berbincang sebentar dan kemudian minta bantuan beliau untuk mengambil gambar saya dengan kameraku, maklum, saya pergi sendirian jadi agak kesusahan untuk motret diri sendiri hehe. Sekitar 20 menitan, saya disini dan kuputuskan untuk segera naek keatas untuk kembali lagi ke pos paltuding karena hari sudah mulai panas. Di perjalanan pulang, saya bareng dengan penambang lokal yang mau turun tapi mereka tidak membawa beban belerang, cuman membawa suvenir yang ditawarkan ke para pelancong. Dari kedua penambang tersebut, saya mengorek informasi tentang kehidupan penambang mereka dimana hasil dari belerang yang mereka bawa tidak seberapa dengan jerih payahnya. Bayangkan. 1 kiligram cuman dihargai 800rupiah!. Harapan mereka kedepan supaya pemerintahan banyuwangi menasionalisasi atau mengambil alih tambang tersebut agar kesejahteraan mereka meningkat.
                

Sunday, July 20, 2014

PENDAKIAN GUNUNG GEDE PANGRANGO ( SALABINTANA – CIBODAS )



Ini adalah pendakianku setelah status saya berubah dari karyawan menjadi trader :)

                Jumat 09 Mei 2014, setelah berjalan dari Bank ke Bank di dalam kompleks kampus UI ponsel jadulku berdering dan ternyata ada kabar bahwa rombongan dari solo sudah nyampai di stasiun pondok cina. Kusuruh mereka menunggu, segera kutemui mereka dan kamipun bergegas untuk menunaikan sholat jumat di masjid gunadharma. Jumat malam, bergegas kami pergi ke terminal kampung rambutan tempat kumpul pendakian gede pangrango dengan kawan kawan MEPA-UNS. Satu persatu mulai berdatangan dan lengkap sudah peserta ini. Saya, fajar, chandra, sony, andhika, fendi, nuhi, partini, pika, eria. Berkumpllah para pendaki temporer ini dan akhirnya semua terlelap didalam bus yang membawa rombongan ke sukabumi. Malam semakin larut saat bus sudah nyampai di terminal skuabumi. Rombongan mencarter angkot menuju selabintana, karena cuman ini satu satunya jalan untuk menuju kesana. Sampai di salah satu warung, kami semua terlelap dalam buaian malam dan dinginnya udara selabintana kala itu.


                Sabtu 10 Mei 2014, semangkok mie rebus dan teh panas menemani kami di pagi ini. Setelah terlelap melawan dingin, kugerakkan badan ini melawan rasa malas dan kantuk. Di sabtu pagi pagi sekali kami beranjak meninggalkan warung dan lapor ke pos pendakian dan pendakian dimulai. Jalur Salabintana cukup nanjak dan jarang bonus. Jalur ini panjang lebih panjang daripada jalur gede pangrango lewat cibodas maupun lewat gunung putri. Di kanan kiri jalan setapak terlihat pohon pohon rapi dan rimbun, dan eng ing eng... di sepanjang perjalanan tamu tak diundang banyak sekali menempel di kaki, di celana bahkan jalan jalan sampai ke tangan maupun kerier kami. Hewan kecil itu bernama PACET.


                Canda ceria menemani kami di tengah nafas yang mulai memburu dan perut yang mulai keroncongan. Dan kusimpulkan papan pengumuman di pos pendakian yang mengatakan jarak ke suryakencana 11 km adalah PHP! Karena kurasa jauhnya minta ampun wkwkw. Dijalanan kami bertemu dengan ranger yang sedang patroli dan serombongan pendaki lokal dari sukabumi dan dua pendaki kakak beradik dari bandung. Ada beberapa shelter yang bisa digunakan untuk rehat dan makan siang, juga ditemukan buah arbey dipinggri jalan. Jalur salabintana ini ada satu mata air, tapi airnya kotor, disarankan membawa air sendiri daari bawah. Di salah satu shelter juga ada papan petunjuk yang menyatakan surya kencana tinggal 6 km lagi..haha..kurasa ini juga PHP lagi karena masih terlalu jauh antara shelter dengan suryakencana.


                Akhirnya di sore hari sampailah di alun alun surya kencana, matahari masih bersinar dengan terang. Kami memilih mendirikan tenda di dekat aliran sungai. 4 tenda kami dirikan untuk 10 orang. Alun alun suryakencana saat itu ramai sekali lebih menyerupai pasar, banyak tenda berwarna warni berdiri di kanan kiri aliran air dan juga deket dengan jalur puncak ke gede. Semakin malam semakin ramai pendaki yang datang baek dari pintu cibodas, pintu gunung putri maupun pintu salabintana. Malam yang cerah dan dinginnya udara malam segera membuat diriku menyetubuhi sleeping bag dan bergumul di tenda setelah mengisi malam dengan nasi, sayur sop dan bandeng presto serta bakso taklupa dipadu dengan segelas coklat panas.

Menuju puncak gede ( Minggu 11 Juli 2014 )


                “nasi uduk, nasi uduk” teriakan si mamang pedagang nasi uduk, bukan rahasia lagi jika di hari sabtu minggu atau tanggal merah banyak pedagang nasi uduk yang sengaja naik dai bawah keatas untuk berjualan nasi. Mataku yang malas untuk terbuka dan dinginnya udara luar memaksaku untuk memanggil mamang penjual nasi. 10 nasi bungkus dan lauk saya pesan. Trus saya lanjut tidur haha.. satu persatu kawan kawan mulai bangun dan matahari menampakkan sinarnya. Kami mulai memasak untuk sarapan dan mulai merubuhkan tenda serta bersiap untuk menuju puncak gede. Dikarenakan turun lewat pintu cibodas, maka seluruh barang bawaan kami bawa ke puncak. Seperti yang saya perkirakan sebelumnya, puncak gede akan dipenuhi para pendaki. Hingga sulit untuk mendapatkan spot foto. Demi mengejar waktu, setelah nyampai puncak kami segera turun ke pos kandang badak.

                Sebelum sampai kandang badak kami berhenti di persimpangan yang mengarah ke puncak pangrango. Tim di bagi dua karena ada beberapa yang tidak ikut naek ke pangrango dan langsung turun ke cibodas. Andhika, mpok tini, pika, eria turun langsung ke cibodas, Sedangkan bro juki menunggukeril keril kami di persimpangan, sedangkan kami ( Fajar, chandra, Sony, bang fendy dan saya / penulis ) melanjutkan ke puncak pangrango. Dengan hanya bawa daypack berisi ransum dan jaket tebal waterproof, windproof. Perjalanan santai menuju puncak pangrango santai dengan banyaknya pohon pohon tumbang di tepi jalan yang menghalangi jalan. Kurang lebih 2 jam 30 menit akhirnya kami sampai di puncak pangrango. Tak lupa juga kami turun kebawah untuk mengunjungi lembah kasih mandalawangi. Dua tempat ini merupakan tempat legendaris karena dedengkot pendaki di masanya yaitu Soe Hok Gie sering mengasingkan diri di mandalawangi dan pangrango.

                Hanya sekedar mengambil gambar dan mengisi perut, kami segera turun. Setangah berlari saya turun dan menjelang sore kami sampai di persimpangan. Sampai di persimpangan, kami packing dan bergegas menyusul rekan rekan turun ke cibodas. Dalam perjalanan kami bertemu banyak pendaki yang juga ikut turun. Di kandang badak, banyak sekali tenda tenda yang berdiri serta ada mamang yang juga menggelar lapak dagangannya. Di perjalanan sebelum air panas , saya ketemu bang djal dari KPAWW yang membawa beberapa pendaki, mereka naek lewat cibodas turun cibodas. Lepas setelah air panas, bro juki melepaskan diri dari rombongan dan ngebut turun langsung. Kami tertinggal jauh di belakang. Akhirnya sekitar isya selepas pukul 07.30an malam kami sampai di cibdas dan mampir di salah satu warung untuk bersih bersih dan makan malam.

                Cukup capek juga perjalanan ini, bagi saya ini perjalanan pertama lewat salabintana dan untuk mengulang lagi saya akan berpikir dua kali hehehe. Dan saya pun mengerti, kenapa salabintana hanya dibuka untuk 100 pendaki dan itupun paling adalah cabutan jika pintu cibodas dan gunung putri telah penuh. Dan ini juga perjalananku dengan kawan kawan MEPA-UNS , sudah lama juga saya tidak mendaki gunung bareng kawan kawan. Dan yang pasti keceriaan kawan kawan MEPA akan beda dengan pendakian kelompok laen..SALAM

Wednesday, July 16, 2014

RESIGN, NOW I'M TRADER :)

Dear blog
This is 1st time in 2014, i write some story about me...

Resign

In that day thursday April 10,2014 ( one day after parliament election ) I met my boss and  give her my resign letter..I already wrote this in the end of march 2014 but I hold this letter until I confidence.
My boss said Oke and told to me to give it to HRD. I directly met HRD assistant to give the letter , he said that I have 30 days notice. "It's Okey,nevermind" I told to him

Around one week before end of that month ( April ). HRD Assistant told to me that I can finish my job at end of april because the guys whose replacement my positions already working. I discuss with him that I am understand and agree about it so my last day in April 30 2014 not may 10 2014.

In the afternoon at april 30, I make a little farewell in my company. Donuts..yeah, J co donuts I give to my friend, another staff etc. hehe

I'm trader
After resign, I am looking for another challenge and I chose Trading stock in the Indonesian Stock Exchange ( IDX or Bursa Efek Indonesia ). So until now, i am a trader..haha
BUt...I still loking for another jobs or maybe build some a litlle bussiness

Dear Allah SWT.. blessed me.. BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIIM